Red Diamond Poliban Ukir Prestasi di TNT XII FORKOPINDO 2026
![]() |
| Potret bersama Tim Red Diamond Poliban. |
Program Studi D3 Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) berhasil mengukir prestasi pada ajang nasional TNT XII FORKOPINDO 2026. Melalui Ikatan Mahasiswa Tambang (INTAN), tim Red Diamond menyabet Juara I Lomba Ketangkasan Centering Alat Total Station (TS) dan Juara II Pemasangan Rangkaian Peledakan. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa pertambangan dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kompetisi ini mengharuskan Poliban bersaing dengan kampus berjenjang S1 seperti Universitas Trisakti, Universitas Palangkaraya, dan UPN Veteran. Ketua Program Studi D3 Teknik Pertambangan, M. Amril Asy'ari, menegaskan objektivitas penilaian sangat terjamin berkat sistem yang menyamarkan identitas kampus saat pendaftaran. "Kami yakin gelar juara ini merupakan hasil murni lepas dari intervensi pihak mana pun, sungguh pencapaian yang membanggakan," tegas Amril.
Perjalanan tim yang digawangi Ferdinan, Yutia, Saukani (Tim TS), serta Andrie, Krisa, dan Fandy (Tim Peledakan) ini sempat terkendala jadwal perlombaan yang berbenturan dengan yudisium kampus. Kondisi tersebut memaksa adanya perombakan formasi anggota secara mendadak menjelang hari pertandingan. Alhasil, mereka harus memaksimalkan sisa waktu efektif lima hari untuk berlatih di sela kesibukan magang. Kendati dihadapkan pada persiapan minim, para anggota tim tetap memupuk keyakinan. "Sejak awal melangkah ke final, kami sudah sangat yakin pasti bisa merebut juara pertama," ungkap Saukani.
Ujian mental berlanjut saat tim memasuki babak final di lokasi perlombaan. Jadwal yang bertepatan dengan acara wisuda jurusan membuat mereka harus bertanding secara mandiri lepas dari pendampingan dosen maupun kakak tingkat. Besarnya tekanan berlaga di arena asing justru dimanfaatkan tim untuk fokus mengevaluasi taktik secara cepat sebelum perlombaan dimulai.
|
| Suasana ruangan pada ajang FORKOPINDO 2026. |
Tantangan teknis di lapangan terjadi saat dewan juri secara mengejutkan memindahkan lokasi praktik Centering TS ke area yang lebih sulit. Tim Poliban merespons situasi ini dengan eksekusi yang matang untuk mendongkrak poin penilaian. "Kunci utamanya ada pada kecepatan dan ketepatan saat mendirikan tripod," jelas Ferdinan membagikan strategi timnya. Menyusul capaian tersebut, tim Peledakan juga tampil maksimal dengan memangkas rekor waktu kualifikasi mereka dari dua menit menjadi hanya satu menit di babak penentuan.
Kekompakan tim ini, menurut Amril, ditopang oleh sistem seleksi yang memadukan berbagai kelas serta merangkul seluruh gender sesuai minat teknis mahasiswa. Langkah ini selaras dengan semboyan INTAN, yakni "Jiwa Korsa Satu Abadi". Bagi para peserta lomba, capaian ini otomatis menjadi momen pembuktian kualitas vokasi D3 Teknik Pertambangan Poliban di kancah nasional. Saukani turut menyampaikan harapannya agar prestasi ini mampu mematahkan keraguan publik sekaligus menjadi daya tarik bagi bibit unggul pada masa mendatang.
Menutup rangkaian perlombaan tersebut, Amril menyampaikan apresiasi kepada para anggota tim yang telah berjuang keras membawa nama kampus. Ia menaruh harapan besar agar jejak keberhasilan ini terus dipertahankan dan dikembangkan oleh mahasiswa lainnya. "Prestasi ini adalah bukti nyata komitmen utuh yang membuahkan hasil terbaik, sekaligus pemicu semangat luar biasa bagi adik-adik tingkat ke depannya," pungkas Amril.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Selasa, Oktober 13, 2026
Rating:


Tidak ada komentar