Sempat Vakum 6 Bulan, Kantin Poliban Hadirkan 8 Pedagang dan Tarif Baru

Fasad Kantin Poliban
Kondisi area depan Kantin Poliban yang kembali beroperasi.

Setelah sempat tidak beroperasi selama sekitar enam bulan, kantin Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) akhirnya kembali dibuka pada 1 Juni 2026. Kehadiran fasilitas yang paling dinantikan ini disambut baik oleh mahasiswa karena dinilai mampu memenuhi kebutuhan makan di lingkungan kampus sekaligus meramaikan kembali aktivitas di area kantin. Mahasiswa merasa senang dengan kabar baik ini karena mereka tidak perlu lagi keluar kampus untuk mencari makan.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Umum Akademik Poliban, Rachmiyati, S.E., M.M. mengatakan bahwa pembukaan kembali kantin berawal dari banyaknya masukan yang disampaikan dari beberapa UKM Poliban. Selama kantin tutup, mahasiswa memang terpaksa membeli makanan di luar kampus, seperti di daerah Cendana dan sekitarnya. Rachmiyati menjelaskan bahwa proses pembukaan kantin memiliki prosedur tersendiri. "Karena kantin merupakan aset negara, maka yang menentukan tarif sewa dari pihak Pengelola Barang Milik Negara (BMN) dalam hal ini adalah Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin. Poliban sebagai Kuasa Pengguna Barang Milik Negara (BMN), sehingga apabila Barang Milik Negara (BMN) dalam hal ini Bangunan yang digunakan di luar tugas pokok dan fungsi utama, kita harus mengajukan izin untuk penyewaan terlebih dahulu ke pengelola untuk memperoleh surat izin persetujuan sewa kantin tersebut," jelasnya.

Setelah memperoleh persetujuan, pihak kampus menyeleksi 15 calon pedagang hingga terpilih 8 pedagang yang berhak menempati kios dengan syarat memenuhi administrasi, NIB, NPWP, dan uji cita rasa. Terkait operasional ini, penyesuaian harga turut menjadi perhatian. Berdasarkan kesepakatan bersama, harga paket makanan ditetapkan sebesar Rp 15.000. Pedagang menuturkan bahwa penyesuaian harga makanan harus dilakukan karena naiknya bahan baku dan biaya lainnya. "Terpaksa menaikkan harga karena biaya operasional, harga bahan baku, serta sewa kios naik semua," tutur salah satu pedagang. Meskipun sempat menimbulkan pertanyaan, para pedagang telah memberikan penjelasan mengenai penetapan harga tersebut sehingga dapat diterima oleh mahasiswa.

Kehadiran pedagang baru memang dinilai positif, tetapi mahasiswa merasa variasi menu masih perlu ditingkatkan. "Menu antara satu kantin dan kantin lainnya kebanyakan sama," ucap seorang mahasiswi, Novita. Senada dengannya, Mutiya Adini mengaku terkadang memilih makan di luar kampus jika merasa bosan. Namun demikian, keberadaan kantin ini tetap dinilai memiliki urgensi tinggi. "Sangat penting, karena kalau makan di luar kampus saya merasa bensin kendaraan saya cepat habis, apalagi rumah saya terbilang cukup jauh," tutur Mutiya.

Di sisi lain, pihak kampus terus melakukan sejumlah pembenahan fasilitas secara bertahap. Jika dibandingkan dengan sebelum ditutup, mahasiswa menilai belum ada perubahan yang signifikan pada kondisi fisik kantin, kecuali perbaikan pada beberapa bagian jalan atau jembatan serta pergantian kursi duduk. Karena adanya keterbatasan anggaran, pihak kampus memanfaatkan kembali beberapa fasilitas yang masih layak, seperti kursi bekas ruang kuliah yang ditempatkan di area kantin.

Terkait kenyamanan, mahasiswa memberikan saran untuk pihak kampus dan pemilik warung. "Lebih meningkatkan fasilitas di kantin, seperti meja yang kadang masih ada yang goyang, ada jalanan yang kayunya agak sedikit rapuh yang ditakutkan membuat orang tersandung, dan kalau bisa ditambahkan kipas angin agar mahasiswa yang datang tidak terlalu kepanasan," saran dari Novita dan Mutiya. Selain masalah fasilitas fisik, ketersediaan tempat duduk saat jam sibuk juga menjadi penentu kenyamanan. Novita menjelaskan, jika kantin sedang terlalu ramai hingga tidak mendapat tempat duduk, mereka memilih makan di luar kampus, dan begitu juga sebaliknya.

Pihak kampus berharap kehadiran fasilitas ini dapat mendukung kelancaran akademik mahasiswa. "Harapan kami bisa memenuhi kebutuhan primer mereka untuk makan siang, sehingga kegiatan belajar-mengajarnya tidak terganggu," tutur Rachmiyati. Harapan senada juga disampaikan para pedagang agar kantin terus ramai dan biaya sewa kios tidak dinaikkan. "Harapannya, harga sewa jangan naik. Kalau harga di kami naik, harga yang dijual ke mahasiswa juga akan naik. Kasihan, mereka ingin harganya sesuai kantong," pungkas salah satu pedagang. Di sisi lain, para pedagang juga berharap pihak kampus bisa menyediakan fasilitas toilet umum di area kantin. Menurut mereka, keberadaan fasilitas tersebut akan memberikan kemudahan bagi pedagang maupun mahasiswa.

Penulis: Laili Azkia, Melvinia Azzahra Desylia
Sempat Vakum 6 Bulan, Kantin Poliban Hadirkan 8 Pedagang dan Tarif Baru Sempat Vakum 6 Bulan, Kantin Poliban Hadirkan 8 Pedagang dan Tarif Baru Reviewed by LPM Lensa Poliban on Sabtu, Agustus 08, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar