DPWCC 2026 Sukses Tarik 90 Atlet Panjat Tebing se-Kalimantan

Potret kebersamaan panitia dan peserta kompetisi panjat tebing DPWCC 2026.

Direktur POLIBAN Wall Climbing Competition (DPWCC) 2026 kembali digelar sebagai ajang kompetisi panjat tebing tingkat regional Kalimantan. Kompetisi yang sebelumnya terlaksana pada 2023 dan 2024 ini hadir dengan tiga kategori, yakni Umum, Pecinta Alam, dan U-13. Setiap kategori memiliki tingkat kesulitan berbeda; kategori Umum memiliki lintasan yang menantang, sedangkan rintangan U-13 dibuat lebih ramah pemula. Seluruh persyaratan dan teknis perlombaan diatur secara ketat mengacu pada standar Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Ketua Pelaksana DPWCC 2026, Vina, menjelaskan bahwa penambahan kategori U-13 dilakukan untuk merespons minat generasi muda. “Peminat olahraga ini semakin meluas, bahkan anak-anak mulai menunjukkan ketertarikan yang tinggi,” ujarnya. Tahun ini, kompetisi sukses menarik 90 peserta dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Kategori Pecinta Alam sendiri dikhususkan untuk mereka yang tergabung dalam pecinta alam seperti Orpala, Mapala, Sispala, dan sebagainya, yang masih sangat pemula guna mencetak juara-juara atlet baru di kelas pecinta alam.

Gaung kompetisi ini turut menarik peserta dari luar kampus, salah satunya Ahmad Fajeri dari UIN Antasari Banjarmasin yang turun di kategori Umum untuk ketiga kalinya. Fajeri mengakui kesibukan dan kurangnya konsistensi latihan membuat langkahnya merengkuh podium tahun ini masih tertunda. Walaupun menghadapi sejumlah kendala, ia tetap menjadikan ajang ini sebagai tolok ukur kemampuan sekaligus mengasah mental bertanding. “Kemenangan sejati melampaui urusan podium, melainkan tentang menghargai setiap proses yang dilalui,” tuturnya membagikan pengalaman.

Di balik kemeriahan acara, panitia yang seluruhnya berstatus mahasiswa dihadapkan pada tantangan persiapan teknis dan perizinan. Mereka harus cermat menyiasati waktu antara jadwal perkuliahan dan persiapan sarana prasarana di lapangan. Vina membagikan dinamika tersebut sebagai sebuah proses pembelajaran penting bagi timnya. “Tantangan teknis di lapangan memakan banyak waktu lantaran menyesuaikan jadwal kelas panitia, syukurlah pihak kampus akhirnya memberikan izin pelaksanaan,” ungkap Vina merangkum perjuangan tim.

Ke depannya, panitia menilai peningkatan fasilitas penunjang seperti akomodasi bagi peserta dari luar daerah perlu diperhatikan guna memaksimalkan kenyamanan ajang regional ini. Sebagai langkah keberlanjutan, Komunitas Pecinta Alam Poliban (KPA-P) juga berencana membentuk wadah baru bernama “Poliban Club Climbing”. Komunitas ini diproyeksikan terbuka bagi umum untuk menampung antusiasme masyarakat luas. Rencana ini menjadi angin segar bagi upaya pematangan minat generasi muda terhadap olahraga panjat tebing.

Menyambut berbagai rencana tersebut, pihak panitia dan peserta sama-sama menaruh ekspektasi besar terhadap perkembangan olahraga ini. Vina menginginkan kegiatan tersebut berdampak jangka panjang bagi komunitas panjat tebing di Kalimantan. “Semoga DPWCC terus berkembang menjadi wadah pembinaan yang matang bagi para penggiat panjat tebing,” harap Vina. Senada dengan semangat keberlanjutan itu, Fajeri turut memancang target tinggi untuk karier olahraganya. “Saya berharap dapat terus mematangkan kemampuan dengan target utama menembus Pekan Olahraga Nasional 2028,” pungkas Fajeri.

Penulis:  Ayuning Agustin, Andini Safitri.
DPWCC 2026 Sukses Tarik 90 Atlet Panjat Tebing se-Kalimantan DPWCC 2026 Sukses Tarik 90 Atlet Panjat Tebing se-Kalimantan Reviewed by LPM Lensa Poliban on Kamis, Oktober 22, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar