Borong 7 Gelar Juara, Poliban Mengguncang Panggung KMIPN VIII 2026
![]() |
| Potret delegasi para Juara Poliban pada KMIPN 2026 |
Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh delegasi Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) pada ajang Kompetisi Mahasiswa Informatika Politeknik Nasional (KMIPN) VIII 2026 yang digelar di Politeknik Negeri Ujung Pandang, Makassar. Tim perwakilan kampus berhasil membawa pulang gelar juara dari kompetisi tingkat nasional tersebut. Prestasi yang sangat membanggakan ini terdiri atas tiga gelar Juara 1, dua gelar Juara 2, dan dua gelar Juara 3 dari berbagai bidang lomba. Dari total tujuh tim yang memboyong trofi kemenangan, dua di antaranya membagikan kisah inspiratif di balik pencapaian gemilang mereka.
Tiga gelar Juara 1 sukses diraih oleh Tim CANGKAL pada kategori E-Government, Tim Shanaka pada bidang Animasi kategori Broadcast TV, serta Tim Makat-Xploit: Bauntung Baiman Batuah pada bidang Keamanan Siber kategori Consistent Flag Seeker. Torehan manis ini berlanjut dengan dua gelar Juara 2 yang dipersembahkan oleh Tim SAMAR pada bidang Animasi kategori Festival Short dan Tim Paddy Leaf Nutrition pada bidang Internet of Things kategori Antarmuka dan Pengalaman Pengguna. Prestasi Poliban kian lengkap dengan dua gelar Juara 3 yang diraih oleh Tim Abis Sidang pada bidang Hackathon kategori Poster serta Tim Makat: Ijazah Kami Asli pada bidang Keamanan Siber Kategori Responsive Challenger. Seluruh capaian tersebut menjadi bukti kuatnya daya saing mahasiswa Poliban di berbagai bidang teknologi informasi.
Salah satu tim membagikan kisah tersebut adalah Tim CANGKAL, peraih Juara 1 kategori E-Government yang berfokus pada pelestarian budaya melalui platform digital edukasi kain sasirangan yang dilengkapi fitur visualisasi tiga dimensi (3D) dan virtual trainer. Perwakilan tim, Muhammad Ilmi Yahya, menjelaskan tujuan utama inovasi mereka. “Kami membuat platform interaktif untuk mengedukasi masyarakat luas tentang sejarah dan teknologi di balik pembuatan sasirangan,” ujarnya. Perjalanan Tim CANGKAL menuju podium juara tersebut tidaklah mudah karena mereka harus membagi waktu antara riset dan jadwal magang yang berbeda lokasi. Ilmi membeberkan siasat tim dalam merampungkan proyek di tengah kesibukan. “Karena tempat magang beda-beda, kami sengaja mencuri jam istirahat siang di kampus untuk kumpul dan diskusi sampai kelar,” ungkapnya. Ke depan, karya ini akan terus disempurnakan untuk mengikuti ajang teknologi lainnya.
Beralih ke bidang keamanan siber, tim Makat-Xploit: Bauntung Baiman Batuah menjadi juara kategori Consistent Flag Seeker. Hipni menjelaskan bahwa nama tim tersebut memiliki makna khusus bagi mereka. “Kalau itu sendiri sesuai namanya ya, itu sebagai doa gitu untuk kami,” ujar Hipni. Dalam kompetisi berjenis Capture The Flag (CTF) ini, ketiga anggota membagi tugas berdasarkan empat kategori utama, yakni Web Exploitation, Cryptography, Reverse Engineering, dan Digital Forensics. Hipni, salah satu anggota tim, menekankan pentingnya kerja sama lintas spesialisasi. "Komunikasi jadi kunci utama, kalau ada yang belum selesai, harus saling beritahu agar bisa lekas dibantu teman lainnya," jelasnya.
Persiapan tim menuju babak final memakan waktu yang cukup panjang. Untuk babak penyisihan berbentuk Multiple Choice Question (MCQ), tim berlatih sekitar dua hingga tiga bulan dengan mengerjakan soal referensi, termasuk soal bertipe Certified Ethical Hacking (CEH), sementara latihan babak final CTF dilakukan sekitar satu tahun sebelum kompetisi melalui platform SyLab dan CTFTime. Pada babak final, tim menghadapi tekanan waktu karena tim dari politeknik lain bergerak cukup cepat, ditambah gangguan jaringan internet dari pihak panitia pada awal kompetisi. Hipni menegaskan bahwa komunikasi menjadi kunci utama keberhasilan mereka selama kompetisi berlangsung. “Kalau misalnya miskom, misalnya teman-teman yang lain sudah selesai ngerjakan dan dia belum, dia tuh perlu ngasih tahu ke temannya bahwa, oh aku belum selesai ini, bisa nggak dibantu, gitu, untuk mempercepat penyelesaian tugas tim,” jelas Hipni.
Mengapresiasi akomodasi penuh dari kampus, kedua tim berharap dukungan fasilitas persiapan kompetisi dapat terus ditingkatkan ke depannya. Tim Makat-Xploit: Bauntung Baiman Batuah turut menargetkan untuk mengikuti ajang yang lebih bergengsi. “Targetnya sebenarnya kami pengen kalau bisa ikut lomba Gemastik, yang bisa dibilang lebih bergengsi lagi daripada KMIPN, karena KMIPN ini tingkatnya politeknik nasional, sedangkan Gemastik itu tingkatnya sudah seluruh kampus, bukan hanya politeknik,” ujar Hipni. Pencapaian di KMIPN VIII ini diharapkan memacu semangat mahasiswa Poliban lainnya untuk mendulang prestasi serupa.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Minggu, Oktober 25, 2026
Rating:


Tidak ada komentar