Fasilitasi Pekerja dan Alumni, Poliban Resmi Buka Program RPL di Tujuh Prodi D4
Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tanpa harus meninggalkan dunia kerja kini terwujud melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban). Program yang mulai dibuka pada semester genap tahun akademik 2025/2026 ini memberikan pengakuan atas capaian pendidikan formal, nonformal, hingga pengalaman kerja. “RPL itu merupakan penyetaraan kualifikasi, jadi pengalaman kerja juga bisa diakui untuk melanjutkan pendidikan formal,” ujar Wakil Direktur I Poliban, H. Ahmad Rizani, S.T., M.T.
Untuk merealisasikan penyetaraan tersebut, lulusan Diploma III (D3) yang mendaftar ke jenjang Diploma IV (D4) wajib mengikuti tahapan asesmen berupa pemeriksaan portofolio, wawancara, dan uji kemampuan. Kepala Subbagian Akademik Poliban, Fredy Herdianto, S.E., M.M., menjelaskan bahwa hasil asesmen itu akan disesuaikan dengan kurikulum program studi tujuan. "Kalau transfer SKS, dilihat mata kuliah apa saja yang bisa di-RPL-kan. Kalau perolehan, bisa melihat pengalaman kerjanya yang dikonversikan ke mata kuliah,” paparnya.
Berkat skema konversi SKS tersebut, mahasiswa jalur RPL diperkirakan mampu menyelesaikan studi hanya dalam tiga hingga empat semester. Guna mendukung kelancaran perkuliahan peserta yang rata-rata adalah pekerja, jadwal belajar disusun secara fleksibel pada sore hingga malam hari melalui metode daring, hybrid, maupun tatap muka di akhir pekan. “Kita memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang sedang bekerja supaya aktivitas bekerjanya tidak terganggu dengan proses belajar,” tambah Fredy.
Kemudahan jadwal itu dirasakan langsung oleh Susi Ramadani, A.Md.Ak., pegawai Poliban yang kini menjadi mahasiswa RPL di Program Studi Bisnis Digital. Lulusan D3 Komputer Akuntansi ini harus melewati asesmen portofolio khusus karena memilih lintas jurusan. Meski jadwal perkuliahan telah disesuaikan dengan jam kantor, ia mengakui perlunya manajemen waktu yang ekstra. “Dikejar oleh waktu, apalagi yang namanya bekerja, fokus kita tidak cuma kuliah, tetapi juga kerja,” tuturnya.
Selain memfasilitasi pekerja secara individu seperti Susi, jalur RPL Poliban turut menyasar kebutuhan dunia industri secara kolektif. Saat ini, Poliban menjalin kerja sama dengan PT Dharma Henwa untuk memfasilitasi 15 karyawan di bidang alat berat dalam meningkatkan jenjang pendidikan dari SMA/SMK/MA ke jenjang Diploma III (D3) Alat Berat. Program kerja sama tersebut dilaksanakan melalui sistem perolehan kredit, di mana pengalaman pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja dapat diperhitungkan dan dikonversikan menjadi kredit pembelajaran.
Untuk angkatan pertama dalam kerja sama tersebut, program RPL secara khusus diperuntukkan bagi Program Studi D3 Alat Berat. Sementara itu, pada tahun-tahun berikutnya, Poliban membuka kemungkinan untuk mengembangkan kerja sama serupa pada program studi lainnya. Kesempatan mengikuti jalur RPL di Poliban juga semakin luas dengan dibukanya program tersebut pada tujuh program studi Diploma IV (D4), yakni Teknik Bangunan Rawa, Teknologi Rekayasa Geomatika dan Survei, Konstruksi Jalan dan Jembatan, Teknologi Rekayasa Otomotif, Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi, Sistem Informasi Kota Cerdas, serta Bisnis Digital.
Melihat tingginya potensi dan kebutuhan dari berbagai pihak tersebut, Fredy menegaskan komitmen institusinya untuk terus memperluas jangkauan program. "Tentunya kita programkan ini kepada para alumni kita, juga kepada dunia usaha atau industri yang ingin meningkatkan kompetensi pegawainya. Ke depan, kami ingin RPL ini benar-benar bisa diakses oleh lebih banyak masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan,” pungkasnya.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Senin, September 21, 2026
Rating:


Tidak ada komentar