UKM Voli Poliban Gelar Turnamen Se-Kalsel untuk Pelajar SMA/K
Turnamen Bola Voli Putra se-Kalimantan Selatan 2026 menjadi ajang bagi pelajar SMA/K untuk mengasah kemampuan dan menunjukkan potensi mereka di bidang olahraga. Turnamen yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Voli Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) ini berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Poliban, sebagai agenda tahunan mereka. Mengusung tema "Melalui Kompetisi Berkelas, Menumbuhkan Sportivitas Tanpa Batas, dan Meraih Prestasi yang Membanggakan", turnamen tahun ini diikuti oleh 20 tim dari berbagai SMA/K di Kalimantan Selatan meningkat dari 16 tim pada tahun lalu.
Perencanaan Turnamen Bola Voli Putra se-Kalimantan Selatan 2026 memakan waktu sekitar lima bulan melalui berbagai persiapan, termasuk menggandeng sponsor seperti Adaro dan Pelindo. Kendati terkendala pendanaan akibat terbatasnya jaringan sponsor, Ketua Pelaksana Muhammad Akram Malik mengungkapkan, "Jaringan sponsor kami masih terbatas, sehingga cukup sulit untuk memenuhi semua kebutuhan operasional turnamen. Tapi kami ingin memberikan yang terbaik bagi peserta." Meski demikian, ia menegaskan bahwa kompetisi ini tetap penting sebagai wadah atlet muda. "Ini bukan sekadar lomba. Ini adalah panggung bagi adik-adik kita untuk membuktikan bahwa mereka bisa bersaing, tetap sportif, dan meraih prestasi," ujarnya.
Setiap tim memiliki persiapan masing-masing, mulai dari latihan rutin, meningkatkan kekompakan, hingga menyusun strategi. Turnamen ini juga menjadi wadah bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, dan menjunjung tinggi sportivitas. Untuk memastikan kualitas pertandingan, panitia menghadirkan dua jenis wasit, yaitu wasit luar untuk babak awal dan wasit bersertifikat dari Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) yang memimpin sejak babak playoff hingga final. "Persaingan cukup ketat. Kami ingin memastikan kualitas pertandingan setara dengan standar kompetisi yang sesungguhnya," jelas Akram.
Ketatnya persaingan tersebut akhirnya dimenangkan oleh SMKS Kodeco yang keluar sebagai juara pertama. Muhammad Rifki Afriza, siswa kelas 12 TKR 2 yang berposisi sebagai Outside Hitter, menceritakan persiapan timnya yang dibimbing pelatih Juandi setiap hari. "Tantangannya banyak, salah satunya saat latihan banyak teman yang rumahnya jauh dan beberapa anak rantauan," ungkapnya. Soal pembagian waktu, ia mengaku tidak masalah karena sedang PKL dan mendapat izin dari sekolah serta tempat magang. Namun, ia sadar adik-adik kelasnya mungkin harus mengejar materi yang tertinggal.
Di babak final, SMKS Kodeco berhasil mengalahkan SMKN 2 Kandangan dengan skor meyakinkan 3-1. Menurut Rifki, menjaga mental menjadi kunci penting. "Saya takutnya saat tim mulai down, itu bisa mempengaruhi teman lain, apalagi yang masih junior," ungkapnya. Karena itu, saat tertinggal poin, ia selalu berusaha menjaga komunikasi dan memberi semangat. Usaha itu membuahkan hasil, dan sejak awal target tim memang juara. Ia juga mengakui peran temannya bernama Acun yang sangat membantu. "Hanya saya dan Acun yang bisa tukar posisi dan mem-backup teman lain," ujarnya. Meski puas, ia tetap mengakui timnya masih perlu membenahi passing, defence, dan mental.
Setelah meraih kemenangan, Rifki mengungkapkan, "Tentu bersyukur karena diberikan kemenangan, diberikan rezeki, masih dipercaya sama bapak guru untuk bawa sekolah, dan bersyukur kepada teman-teman yang sudah berusaha sekuat tenaga." Ia juga berpesan agar rekan-rekannya tidak mudah menyerah karena ia yakin semua usaha tidak akan menghianati hasil. Menutup acara, Muhammad Akram Malik berharap turnamen ini terus berlanjut. "Rencananya, kami akan membuka dua kategori, yaitu SMA/K se-Kalsel dan mahasiswa. Dengan format baru, kami harap jumlah peserta terus bertambah," pungkasnya.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Sabtu, September 19, 2026
Rating:

Tidak ada komentar