Electro Competition 2026 Jadi Ajang Pembuktian Skill Teknis Peserta
| Foto bersama para Pemenang Electro Competition 2026 |
Electro Competition 2026 menjadi ajang bagi mahasiswa dan siswa SMK untuk mengasah kompetensi di bidang elektro dan teknologi melalui berbagai kategori perlombaan yang diselenggarakan secara terpisah sesuai jenjang pendidikan. Setiap kategori menghadirkan tantangan yang dirancang untuk menguji keterampilan teknis, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas para peserta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) ini berlangsung pada 4-5 Juni 2026, dengan babak penyisihan dilaksanakan pada 4 Juni dan grand final pada 5 Juni. Melalui berbagai kategori lomba yang disediakan, peserta memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kondisi yang akan mereka hadapi di dunia kerja maupun industri.
Dalam penyelenggaraanya Ketua Pelaksana Electro Competition 2026, Muhammad Ridho Anshori, menjelaskan bahwa kegiatan ini didasari oleh kebutuhan akan sebuah wadah yang mampu menghubungkan pemahaman teoritis dengan praktik secara langsung. Menurutnya, banyak peserta memiliki bekal akademik yang baik, namun belum memiliki cukup kesempatan untuk mengaplikasikan kemampuan tersebut dalam situasi yang lebih menantang dan mendekati kondisi nyata di lapangan. "Masih dibutuhkan sebuah wadah yang mampu menjembatani teori dan praktik secara langsung," ujarnya. Oleh karena itu, Electro Competition dirancang sebagai kompetisi yang sekaligus memberikan pengalaman belajar kepada peserta. Melalui berbagai tantangan yang diberikan, peserta didorong untuk mengembangkan kemampuan analisis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara efektif.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia menghadirkan tiga kategori lomba, yaitu Instalasi Listrik Penerangan Rumah, Quiz Bell, dan Basic Coding. Ketiga kategori tersebut dipilih untuk mewakili bidang keilmuan yang ada di lingkungan Teknik Elektro sekaligus menyesuaikan kebutuhan kompetensi yang semakin berkembang di era teknologi saat ini. Setiap kategori dirancang untuk menguji kemampuan peserta dari aspek yang berbeda, baik teori maupun praktik. Dengan demikian, peserta memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sesuai bidang yang diminati.
Ridho menilai bahwa pengalaman kompetitif seperti yang diberikan dalam Electro Competition memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan industri. Menurutnya, dunia kerja tidak hanya membutuhkan individu yang memiliki pemahaman akademik yang baik, tetapi juga tenaga kerja yang mampu menghadapi berbagai tantangan teknis secara langsung. "Peserta tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis, menyelesaikan masalah, serta menerapkan pengetahuan yang dimiliki dalam kondisi yang menyerupai dunia kerja," jelasnya. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting yang akan sangat dibutuhkan ketika mereka memasuki dunia profesional.
![]() |
| Foto Suasana Pelaksanaan Electro Competition 2026 |
Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan tersebut terlihat pada perjalanan Muhammad Awla Ridhani, peraih juara pertama kategori Basic Coding tingkat mahasiswa. Ketertarikannya terhadap dunia pemrograman telah tumbuh sejak masih duduk di bangku SMP. Saat itu, ia mulai mempelajari dasar-dasar pengembangan web menggunakan HTML dan CSS secara mandiri. Minat tersebut kemudian berkembang lebih jauh ketika ia melanjutkan pendidikan di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) saat menempuh pendidikan di SMK.
Keikutsertaan Awla dalam Electro Competition 2026 didorong oleh keinginannya untuk mengukur kemampuan yang selama ini telah dipelajari. Untuk menghadapi perlombaan, ia melakukan berbagai persiapan, mulai dari mempelajari kemungkinan tema yang akan muncul hingga memperbanyak latihan agar terbiasa menyelesaikan tantangan dalam waktu yang terbatas. Ia juga mencatat berbagai poin penting yang dianggap berpotensi muncul dalam kompetisi. Persiapan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya.
Meski berhasil meraih posisi tertinggi, perjalanan Awla selama kompetisi tidak berjalan tanpa hambatan. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan ketika mengerjakan proyek karena masih terdapat beberapa bagian yang belum sepenuhnya dipahami. Selain itu, sesi wawancara dengan dewan juri menjadi salah satu momen yang paling menegangkan selama perlombaan berlangsung. Namun, ia memilih untuk menjadikan setiap tantangan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuannya di masa mendatang.
Keberhasilan meraih juara pertama menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Awla karena merupakan kali pertama dirinya mengikuti kompetisi coding. Saat namanya diumumkan sebagai pemenang, ia mengaku merasa terkejut sekaligus bangga atas pencapaian yang diraih. Ketika diminta menggambarkan perjalanan menuju kemenangan dalam satu kalimat, Awla menjawab, "Terus melangkah dan lampaui." Sejalan dengan itu, Ridho berharap Electro Competition dapat terus menjadi wadah yang mendorong mahasiswa dan siswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan teknis, serta membangun kepercayaan diri dalam menghadapi dunia kerja dan industri di masa depan.


Tidak ada komentar