Satu-satunya Kampus Vokasi, Poliban Masuk 10 Besar Pemohon Paten Sederhana Terbanyak Tahun 2025
![]() |
| Foto Pengisian Kendaraan Listrik Umum |
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) sukses menorehkan prestasi membanggakan di bidang kekayaan intelektual. Pada tahun 2025, berhasil menempati peringkat ke-9 sebagai perguruan tinggi dengan jumlah permohonan Paten Sederhana terbanyak di Indonesia dengan 70 permohonan. Capaian ini sekaligus menjadikan Poliban sebagai satu-satunya perguruan tinggi vokasi yang berhasil masuk dalam jajaran 10 besar nasional. Prestasi tersebut menunjukkan komitmen untuk terus menumbuhkan dan mengembangkan budaya riset terapan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan dibentuknya Sentra Kekayaan Intelektual (KI) pada tahun 2019 yang bernaung di bawah Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M). Melalui Sentra KI, Poliban melakukan sosialisasi, memberikan pendampingan secara komprehensif dalam penyusunan dokumen paten, hingga fasilitasi pendaftaran dan pemberian insentif kepada para inventor. Selain paten, Sentra KI juga banyak menghasilkan KI yang lain seperti Desain Industri, Hak Cipta, dan Merk.
Dalam mencapai hal tersebut Kepala P3M Poliban, Nurmahaludin, menjelaskan bahwa target utama Poliban bukanlah jumlah, melainkan besarnya dampak produk bagi keberlangsungan masyarakat. "Tujuan akhir kita adalah menghasilkan sebanyak mungkin produk inovasi yang dapat diterapkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat," tegasnya.
Guna mendukung pencapaian visi tersebut, pendaftaran paten menjadi langkah krusial untuk melindungi inovasi sebelum dikembangkan maupun dikomersialkan. Kepemilikan paten berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan kegiatan riset dengan proses hilirisasi. Melalui perlindungan kekayaan intelektual, hasil riset dapat ditawarkan kepada industri melalui skema lisensi, kerja sama, maupun alih teknologi. Langkah inilah yang akan memastikan bahwa inovasi yang semula hanya berupa prototipe di laboratorium dapat bertransformasi menjadi produk yang siap diterapkan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Sejumlah inovasi yang telah dihasilkan Poliban antara lain: Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Bergerak dan Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Bergerak Berbasis Surya dan Angin dalam rangka mengembangkan energi hijau. Ada juga Sistem Peringatan Dini dan Penanganan Kebakaran Berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) yang telah dipasang di perkebunan sawit untuk mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis, cepat, dan real-time.
![]() |
| Foto Diagram Jumlah Permohonan Terbanyak 2025 |
Upaya melakukan komersialisasi terhadap hasil riset juga diwujudkan melalui pengembangan produk Bridge Navigational Watch Alarm System (BNWAS). Produk tersebut ditujukan untuk keselamatan navigasi yang dipasang di anjungan kapal untuk memantau kewaspadaan petugas jaga dan memberikan peringatan secara otomatis apabila tidak terdeteksi aktivitas dalam periode tertentu. Produk ini merupakan salah satu inovasi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan industri maritim nasional melalui kerja sama industri.
Meski demikian, Mahaludin mengingatkan bahwa setiap pencapaian termasuk KI memiliki siklus yang dinamis. “Setiap hal pasti ada puncaknya, tidak mungkin kita terus di sana selamanya dan pasti akan turun. Sekarang, tinggal bagaimana caranya agar penurunan itu tidak merosot terlalu jauh,” ujarnya. Ke depan, penguatan sinergi harus terus dilakukan melalui perluasan jejaring kemitraan. Ekosistem ini akan menjadikan paten sebagai indikator kinerja utama sekaligus motor penggerak transformasi hasil riset. Semakin banyak invensi yang dihilirkan, semakin kuat pula kontribusi Poliban dalam meningkatkan daya saing bangsa serta memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul dan berdampak nyata bagi masyarakat maupun industri.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Selasa, Juni 30, 2026
Rating:



Tidak ada komentar