Inovasi Banjir dan Minyak Urut, Mahasiswa Poliban Juarai Pemuda Pelopor

Produk Pendeteksi Banjir dan Minyak Urut
Foto Produk Pendeteksi Banjir (Baingat) dan Minyak Urut (PIWAD)

Berbagai permasalahan di tengah masyarakat saat ini menuntut hadirnya solusi yang inovatif dan tepat sasaran. Di tengah kondisi tersebut, perkembangan teknologi dan kreativitas hadir sebagai peluang sekaligus sarana untuk menciptakan jalan keluar. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Ignasius Dandy, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas dari Jurusan Teknik Elektro, yang berhasil meraih Juara I pada kategori Inovasi Teknologi melalui sistem pemantau banjir bernama Baingat. Tak ketinggalan, Mulyadi, mahasiswa Teknik Mesin semester IV asal Tamban, turut menorehkan prestasi sebagai Juara III melalui inovasi produk minyak urut.

Inovasi Baingat hadir sebagai solusi untuk memantau ketinggian air di titik-titik rawan banjir, sekaligus memberikan informasi keamanan bagi pengendara roda dua yang ingin melintas. Sistem ini bekerja dengan menempatkan sensor di lokasi rawan untuk membaca ketinggian genangan dan mengirimkan datanya ke aplikasi secara real-time. Ide cemerlang ini berangkat dari pengalaman pribadi Dandy yang motornya pernah mogok akibat nekat menerobos banjir tanpa mengetahui kedalaman air. "Kadang kita tahu ada banjir, tapi tidak tahu setinggi apa. Dari situ muncul ide Baingat agar masyarakat bisa mengetahui kondisi jalan sebelum melintas," ujarnya.

Pemenang Pemuda Pelopor
Foto Pemenang Pemuda Pelopor Ignasius Dandy dan Mulyadi

Sementara itu, Mulyadi berhasil meraih Juara III melalui inovasi produk minyak urut berbahan dasar sereh wangi yang diberi nama PIWAD (Pegal Ilang Wangi Datang). Perjalanan Mulyadi bermula dari kepercayaan dosen kepadanya untuk menghidupkan kembali program produksi minyak urut yang sempat vakum. Langkah ini sekaligus merespons permasalahan banyaknya lahan kosong di Kalimantan Selatan, yang kemudian dimanfaatkan oleh timnya untuk membudidayakan tanaman sereh. Lebih dari sekadar menghasilkan produk kesehatan, program ini juga menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk belajar kewirausahaan dan praktik produksi langsung. "Kontribusi kami tidak hanya membuat produk, tetapi juga mengajarkan mahasiswa keterampilan tambahan dalam berbisnis dan produksi," kata Mulyadi.

Meskipun demikian, Dandy dan Mulyadi menghadapi tantangan tersendirinya dalam mewujudkan karya dari masing-masing tim. Bagi Dandy dengan inovasi penanggulangan banjirnya (Baingat), tantangan utamanya adalah keterbatasan waktu persiapan dan peletakan alat yang memerlukan izin keamanan dari pihak setempat. Namun, ia tetap melanjutkan inovasinya berkat motivasi yang kuat serta dukungan dosen pembimbing, hingga akhirnya berhasil meraih juara pertama Pemuda Pelopor. "Tidak cukup hanya ingin mendaftar. Harus benar-benar punya keinginan dan motivasi untuk menjalankannya," ujarnya.

Produk Pendeteksi Banjir dan Minyak Urut
Foto Produk Pendeteksi Banjir (Baingat) dan Minyak Urut (PIWAD)

Di sisi lain, bagi Mulyadi yang seorang ketua tim Atsiri PIWAD beserta empat anggotanya, tantangan terbesar adalah membagi waktu antara jadwal kuliah, tugas laporan, serta tanggung jawab gandanya sebagai sekretaris asrama, dan ketua kelas. Meski tumpukan beban tersebut sempat membuatnya lelah dan ingin menyerah, ia memilih untuk terus bertahan. "Saya melihat ini sebagai tantangan hidup. Banyak orang juga berjuang, jadi saya tidak ingin menyerah meskipun memiliki banyak tekanan," ungkap Mulyadi.

Kedua mahasiswa ini sama-sama menekankan pentingnya keberanian untuk memulai. Menurut mereka, banyak anak muda sebenarnya memiliki ide yang bagus, tetapi sering kali ragu untuk mengambil langkah pertama. Prestasi yang diraih Dandy dan Mulyadi menjadi bukti nyata bahwa inovasi tidak selalu harus lahir dari teknologi yang sangat rumit atau modal yang besar. Berawal dari kepekaan terhadap permasalahan di sekitar, keduanya berhasil menghadirkan solusi yang bermanfaat sekaligus mengharumkan nama Poliban di ajang Pemuda Pelopor.

Dandy berharap semakin banyak generasi muda yang terlibat dalam pengembangan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga berencana mengembangkan Baingat agar dapat digunakan secara lebih luas dan mendukung konsep kota cerdas di Kalimantan Selatan. Senada dengan hal itu, Mulyadi berpesan agar para pemuda tidak takut mencoba meskipun dihadapkan pada banyak kesibukan. "Lebih baik memulai walaupun banyak tantangan. Pengalaman yang didapat akan sangat berharga untuk masa depan," tutupnya.

Penulis: Adhis Dwi Farisa, Muhammad Aditya Rafi
Inovasi Banjir dan Minyak Urut, Mahasiswa Poliban Juarai Pemuda Pelopor Inovasi Banjir dan Minyak Urut, Mahasiswa Poliban Juarai Pemuda Pelopor Reviewed by LPM Lensa Poliban on Kamis, Juni 25, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar