Resmi Lahirkan Pimpinan Baru Periode 2025/2026, Depma Poliban Siap Membawakan Perubahan
Kongres ke-XXI Dewan Perwakilan Mahasiswa (DEPMA) Politeknik Negeri Banjarmasin berlangsung 3 hari yang dimulai tanggal 26 Januari 2026-29 Januari 2026, akhirnya resmi menetapkan pimpinan baru. Pada puncaknya di hari ke-3, pengambilan keputusan tertinggi di tingkat organisasi mahasiswa ini dilakukan secara terbuka dan demokratis. Muhammad Afdhal Suwaril yang akrab disapa Afdhal, ditetapkan sebagai Ketua Umum DEPMA 22 periode 2025/2026. Proses tersebut dimulai dari tahap pencalonan, penyampaian visi dan misi yang mendalam, hingga sesi tanya jawab yang menguji kesiapan mental, serta cara berpikir para calon di hadapan seluruh peserta kongres dari berbagai delegasi.
Disisi lain, Revalina
selaku Ketua Pelaksana Kongres ke-XXI mengungkapkan bahwa pemungutan suara dari
semua Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) dan Panitia bersifat netral. Setiap peserta
berhak memilih dan murni tanpa dipengaruhi dari pihak manapun. Nomor urut 3,
Afdhal, mendapatkan 15 dari 18 suara dari berbagai Ormawa. Menurut Afdhal,
posisi ini bukan hanya soal status, melainkan sebuah amanah yang punya beban
cukup besar. “Dulu, aku hanya bisa mengambil keputusan untuk diriku sendiri,
sekarang aku harus mengambil keputusan untuk kepentingan satu kampus dan harus
lebih tenang, juga jernih dalam menghadapi karakteristik orang” jelasnya.
Afdhal merasa sangat
bersyukur terpilih, meski awalnya dia mencalonkan diri sebagai Ketua Umum
secara mendadak dan tanpa persiapan banyak. Meskipun begitu, visi misi yang
dibawanya cukup relevan dengan kondisi ORMAWA yang lainnya. Visi misi yang
dibawanya pun tentang komunikasi. Bagi Afdhal hal tersebut adalah kunci agar
sebuah organisasi tetap aktif dan berjalan dengan baik. “Masalah di sebuah
organisasi biasanya karena kurangnya komunikasi. Lalu bagaimana dengan mereka
yang kurang tau karena informasi itu tidak tersampaikan secara merata? Jadi,
yang patut disalahkan itu pimpinannya, karena kualitas yang dibawah itu
tergantung pada yang di atasnya” ucapnya.
Dalam periode
kepemimpinannya ke depan, Afdhal memiliki fokus utama untuk merangkul setiap
pimpinan dalam lingkungan Ormawa Poliban tanpa terkecuali. Ia percaya bahwa
dengan membangun relasi yang kuat dan harmonis antar pemimpin, maka secara
otomatis akan menghilangkan kecanggungan pula antar anggota. Strategi ini akan
diwujudkan secara nyata melalui program kunjungan rutin antar Ormawa. Selain
itu, Afdhal juga telah menyiapkan rencana jitu untuk menjaga kepercayaan dalam
penyelesaian masalah, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Ia ingin
mengedepankan prinsip keterbukaan, menjaga kejujuran, mengutamakan komunikasi,
serta sikap yang tenang dalam mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak yang
terlibat.
Sebagai penutup, Afdhal berpesan kepada seluruh anggota DEPMA dan mahasiswa Poliban agar menghindari opini negatif atau ego pribadi. “Kunci dari semua itu tenang, jangan ada kontra-kontra demo yang bisa merusak citra diri” ucapnya. Baginya, kunci memimpin adalah tetap tenang dan mudah beradaptasi di segala situasi. Senada dengan itu, Revalina berharap ketua terpilih bisa menjadi sosok yang peduli terhadap kritik dan isu kampus. “Saya berharap pemimpin yang terpilih mampu bertanggung jawab dan terbuka akan kritik, serta mampu merangkul seluruh mahasiswa” harapnya. Ia menegaskan agar DEPMA ke depannya tidak cuma fokus pada tumpukan program kerja, tapi juga menjaga nama baik organisasi dan membawa dampak nyata bagi almamater Politeknik Negeri Banjarmasin.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Minggu, Maret 08, 2026
Rating:


Tidak ada komentar