Durasi Lebih Singkat, BINTALFISDIS Poliban 2025 Tetap Tekankan Kedisiplinan
Politeknik Negeri Banjarmasin
(Poliban) kembali menggelar kegiatan tahunan Pembinaan Mental, Fisik, dan
Disiplin (Bintalfisdis) dan Bela Negara. Program ini bertujuan membentuk
karakter mahasiswa baru agar memiliki kedisiplinan, ketangguhan mental, serta
kesiapan fisik sebelum memasuki dunia perkuliahan. Dalam kegiatan tersebut,
mahasiswa mendapatkan materi keagamaan, baris-berbaris, wawasan kebangsaan,
latihan fisik, hingga penanaman nilai kedisiplinan dan cinta tanah air. Melalui
pembinaan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi
juga memiliki mental yang kuat, disiplin dalam menjalani perkuliahan, serta
siap menghadapi tantangan di lingkungan kampus maupun kehidupan bermasyarakat.
Pada tahun ini, Bintalfisdis dan
Bela Negara digelar dengan konsep baru. Jika sebelumnya dilaksanakan setelah
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), kini kegiatan tersebut
digelar lebih dahulu. Ketua Pelaksana Bintalfisdis 2025, Rudy Haryanto, S.Sos,
MM menjelaskan perubahan ini dilakukan agar mahasiswa baru lebih siap secara
mental dan fisik sebelum memulai perkuliahan. “Kalau Bintalfisdis dilakukan
setelah PKKMB, manfaatnya tidak seoptimal bila dilaksanakan di awal,” ujarnya.
Perubahan konsep pelaksanaan
Bintalfisdis dan Bela Negara tahun ini juga berdampak pada penyesuaian jadwal.
Setiap tahunnya, Poliban bekerja sama dengan Rindam VI/Mulawarman sebagai mitra
penyelenggara, tetapi pada 2025 terjadi sedikit perbedaan. Pihak Rindam baru
memiliki ruang waktu pada bulan September, sedangkan Poliban sudah menetapkan
PKKMB berlangsung mulai 11 Agustus. Kondisi ini membuat panitia harus mencari
titik temu agar kedua kegiatan tetap bisa berjalan sesuai rencana.
Hasil kompromi dari penyesuaian
jadwal tersebut menetapkan bahwa Bintalfisdis dan Bela Negara dilaksanakan pada
4–9 Agustus. Namun, akibat keterbatasan waktu, durasi kegiatan yang sebelumnya
tiga hari dua malam dipangkas menjadi dua hari satu malam. Keputusan ini
menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan mahasiswa baru yang membandingkan
dengan pelaksanaan tahun lalu. Menanggapi hal tersebut, Ketua Pelaksana
menegaskan bahwa perubahan durasi tidak mengurangi substansi kegiatan.
“Kompromi waktunya jatuh di tanggal 4 sampai 9, dan itu yang membuat durasinya
menjadi dua hari, bukan tiga hari seperti tahun lalu,” jelasnya.
Meski waktu pelaksanaan tahun ini
dipangkas menjadi dua hari satu malam, substansi kegiatan Bintalfisdis dan Bela
Negara 2025 dipastikan tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh
peserta tetap mendapatkan materi utama yang menjadi ciri khas kegiatan ini,
mulai dari pembinaan keagamaan, latihan baris-berbaris, hingga pembekalan
wawasan kebangsaan.
Hanya saja, dengan waktu yang lebih
singkat, intensitas kegiatan dibuat lebih padat dan terfokus. Beberapa sesi
digabungkan, sementara durasi tiap materi dipersingkat agar seluruh muatan
tetap dapat tersampaikan dengan baik. Panitia memastikan bahwa meski jadwal
lebih ringkas, kualitas dan tujuan utama Bintalfisdis dan Bela Negara untuk
membentuk mental, fisik, dan kedisiplinan mahasiswa baru tetap terjaga.
“Sebetulnya muatan utama kegiatan tidak berubah, hanya durasi dan jumlah sesi
yang dipangkas,” jelas Rudy.
Jumlah peserta Bintalfisdis dan
Bela Negara tahun ini terbilang cukup besar sekaligus unik, yaitu mencapai
1.616 mahasiswa baru, dengan rincian 988 laki-laki dan 628 perempuan. Angka ini
menjadi tantangan tersendiri bagi panitia, terutama karena persiapan waktu yang
lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, pengalaman
panjang Poliban dalam menyelenggarakan kegiatan serupa membuat panitia tetap
percaya diri untuk menjalankannya dengan baik.
Dari sisi teknis, pelaksanaan juga
lebih terbantu berkat dukungan penuh dari Rindam VI/Mulawarman. Tidak hanya
menyediakan tempat, pihak Rindam juga membantu mengkoordinasikan transportasi
peserta dari kampus menuju lokasi kegiatan. Hal ini meringankan beban panitia
internal yang hanya perlu fokus pada kesiapan mahasiswa dan kebutuhan di dalam
kampus.
Sebagai ketua pelaksana yang baru
menjabat tahun ini, Rudy Haryanto mengakui adanya tantangan dalam mempersiapkan
Bintal Fisdis dengan jadwal yang lebih maju dari biasanya. Waktu persiapan yang
lebih singkat menuntut kerja ekstra dari panitia, mulai dari teknis pelaksanaan
hingga koordinasi dengan berbagai pihak. Meski demikian, Rudy tetap optimis
seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat
bagi mahasiswa baru.
Ia juga menegaskan, untuk tahun
mendatang panitia akan berupaya agar pelaksanaan Bintalfisdis bisa dilakukan
dengan jangka waktu yang lebih ideal sehingga persiapan dapat berlangsung lebih
matang. “Apapun tantangannya, panitia tetap berkomitmen melaksanakan
Bintalfisdis dengan maksimal,” tutur Rudy.
Sementara itu, Susi Rosinawati,
Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Poliban juga turut menegaskan
pentingnya pendidikan mental dan disiplin bagi generasi muda. “Disiplin sangat
penting karena terkait dengan agama, norma, dan aturan masyarakat. Sedangkan
mental, khususnya bagi Generasi Z yang kadang rapuh, perlu diperkuat agar
mereka menjadi tangguh. Kami berharap Bintalfisdis membawa dampak positif bagi
mahasiswa dan terbawa hingga mereka lulus menjadi alumni,” ungkap Susi.
Harapan besar juga disampaikan agar
kegiatan ini memberi dampak positif bagi mahasiswa baru. Rudy Haryanto,
menekankan bahwa Bintalfisdis tidak hanya membentuk kedisiplinan, tetapi juga
menanamkan sikap mental yang kuat serta rasa cinta tanah air. “Kami ingin
mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi
tantangan kehidupan. Bekerja membutuhkan mental yang benar dan kedisiplinan
yang baik. Bangsa kita pun memerlukan orang yang disiplin dan cinta tanah air.
Mudah-mudahan kegiatan ini memberi kontribusi nyata bagi mahasiswa maupun bagi
negara,” tutup Rudy.
Penulis: Arsyla Aika Nurrizky Hidayat, Tiara Lestari
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Kamis, Agustus 28, 2025
Rating:


Tidak ada komentar