Dua Atlet Shorinji Kempo Poliban Raih Juara 1 di Walikota Cup Banjarmasin
![]() |
| Potret Sonny dan Indah memegang Penghargaan Randori Putra dan Putri |
Dua atlet Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Shorinji Kempo Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) berhasil meraih Juara 1 dalam kejuaraan Walikota Cup tingkat Kota Banjarmasin. Mochamad Sonny Wicaksono menjadi juara pada Randori Putra kelas 70 kg, sedangkan Andi Indah Furnama Sari merebut Juara 1 Randori Putri kelas 60 kg. Kejuaraan ini berlangsung pada 11-13 September 2026 di Gedung Olahraga Volly Sentra Kegiatan Bersama (SKB) Mulawarman, Banjarmasin. Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Poliban di tengah persaingan dengan dua kontingen lain.
Walikota Cup mempertandingkan kategori Embu Tandoku, Embu Berpasangan, serta Randori Putra dan Putri dengan kelas berat badan berbeda. Dengan jumlah peserta sebanyak lebih dari 40 peserta (kenshi) ikut bertanding dalam kejuaraan ini. Mereka berasal dari tiga kontingen atau dojo (tempat latihan) di Banjarmasin, yaitu Poliban, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Di tengah persaingan tersebut, Sonny dan Indah datang dengan bekal pengalaman yang berbeda. Sonny, mahasiswa Teknik Informatika, telah mengikuti Shorinji Kempo selama dua tahun. Adapun Indah, mahasiswa Administrasi Bisnis, sudah menekuninya selama tiga tahun. Keduanya sama-sama berangkat dengan tujuan menambah prestasi, pengalaman, dan relasi.
Demi mencapai tujuan tersebut, para atlet menyiapkan diri secara serius jauh sebelum hari pertandingan. Mereka berlatih rutin empat kali dalam seminggu sambil menjaga kesehatan menjelang bertanding. Di samping latihan rutin, mereka juga menjalani latihan khusus berupa lari atau jogging guna meningkatkan stamina. Latihan fisik untuk menambah kekuatan serta latihan teknik untuk memantapkan penampilan di atas matras turut menjadi bagian penting dalam persiapan mereka.
Soal strategi, Sonny mengaku tidak ada rumus khusus selain disiplin berlatih. "Strateginya berlatih dengan rajin, rutin, dan sungguh-sungguh," ujarnya. Indah menerapkan pola serupa dengan berlatih, baik di rumah maupun di dojo. Persiapan yang sebagian besar dijalankan secara mandiri ini menunjukkan kuatnya tekad dari mereka.
Meski begitu, perjalanan menuju juara tidak selalu mulus. Kabut asap yang belakangan ini muncul ikut menghambat para atlet. “Kabut asap sedikit mengganggu latihan kami, apalagi kalau sedang jogging,” kata Sonny. Sementara itu, Indah sempat terkendala berat badan saat penimbangan atlet, tetapi berhasil melewatinya hingga bisa tampil di pertandingan.
Setelah melewati berbagai kendala, tantangan berikutnya datang saat mereka berada di atas matras. Sonny mengaku setiap pertandingan pasti menegangkan dan membuat gugup, tetapi rasa itu bisa diatasi dengan keyakinan dan percaya diri. Indah menggambarkan ketegangan yang ia rasakan lebih pada adu strategi dengan lawan. "Kami berdua sama-sama berhati-hati mencari celah serangan, sehingga setiap detik terasa sangat lambat dan penuh tekanan," katanya.
Setelah meraih prestasi tersebut, keduanya tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada para pelatih, teman-teman, dan orang tua yang selalu mendukung mereka dari persiapan hingga hari pertandingan. Dukungan itu pula yang membuat mereka berharap prestasi ini bisa berlanjut untuk UKM Shorinji Kempo. “Semoga makin banyak mahasiswa yang mengenal Shorinji Kempo dan tertarik mengikutinya, bahkan menjadi atlet yang berprestasi,” kata Sonny. Harapan serupa disampaikan oleh Indah, “Semoga prestasi ini bisa menarik lebih banyak mahasiswa baru untuk bergabung dan meraih juara bersama-sama,” ujarnya.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Jumat, Oktober 30, 2026
Rating:


Tidak ada komentar