WFH Jumat Ditiadakan, Aktivitas Perkuliahan Poliban Kembali Normal
![]() |
| Suasana kegiatan perkuliahan mahasiswa di ruang kelas. |
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) memastikan kebijakan Work From Home (WFH) yang sebelumnya diberlakukan setiap hari Jumat resmi tidak lagi diterapkan pada semester ganjil tahun akademik 2026. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Direktur I Poliban, H. Ahmad Rizani, S.T., M.T., yang menegaskan bahwa seluruh kegiatan perkuliahan maupun akademik kini kembali dilaksanakan secara normal dari Senin hingga Jumat berdasarkan surat edaran resmi direktur. “Bahwa untuk perkuliahan di semester ganjil ini, ketentuannya untuk perkuliahan itu Senin sampai Jumat,” ujar Rizani.
Rizani menjelaskan, kebijakan WFH penuh pada hari Jumat sebelumnya diterapkan mengikuti edaran kementerian pada semester genap lalu. Namun, hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaannya kurang efektif, terutama untuk mata kuliah praktik. Atas dasar itu, seluruh kegiatan akademik kembali berjalan seperti sedia kala setiap hari kerja. Kendati demikian, opsi pembelajaran daring tetap diizinkan dengan batas maksimal 30 persen dari total pertemuan, yang pengaturannya diserahkan kepada masing-masing jurusan. Jadwal daring tersebut tidak harus pada hari Jumat, melainkan dapat disesuaikan dengan kebutuhan melalui skema hibrida. Ia juga menegaskan bahwa sistem presensi dan penugasan dikelola melalui aplikasi Sistem Informasi Poliban (SIPOLIBAN).
Terkait mahasiswa tingkat akhir, Rizani menyebut bahwa bimbingan dan akses laboratorium kini dapat kembali dimanfaatkan secara optimal pada hari Jumat tanpa hambatan. Untuk mengawal transisi ini, pihak akademik memantau kehadiran melalui presensi digital kampus dan meminta setiap perubahan jadwal dikomunikasikan secara transparan agar tidak terjadi tumpang tindih.
Sementara itu, dari pihak mahasiswa, Sarah Andini dari Program Studi Bisnis Digital membenarkan bahwa kebijakan WFH hari Jumat sudah ditiadakan pada semester ini. Ia mengaku informasi tersebut telah disampaikan secara jelas oleh admin jurusan. Menurut Sarah, sistem WFH pada semester lalu sebenarnya memberikan fleksibilitas, terutama karena durasi hari Jumat yang kerap terpotong waktu ibadah. Kendati demikian, ia mengakui adanya kendala dalam penyerapan materi. “Materinya kadang kurang dapat dipahami dibandingkan secara langsung,” akunya. Ia menilai opsi pembelajaran jarak jauh tetap dibutuhkan bagi mahasiswa dengan kesibukan tertentu, asalkan disertai sesi tatap maya dan penugasan yang jelas.
Menutup transisi kebijakan ini, pihak kampus mengimbau agar sivitas akademika senantiasa membangun komunikasi yang baik demi menghindari miskomunikasi. Sarah pun berharap aturan yang berlaku ke depan dapat diterapkan secara konsisten. “Kalau dari saya pribadi, harapannya aturan ini bisa lebih jelas dan konsisten diterapkan agar tidak membingungkan mahasiswa,” ungkap Sarah.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Selasa, Oktober 06, 2026
Rating:


Tidak ada komentar