Poliban Borong Prestasi di Ajang IBAC XI 2026

Peserta IBAC Poliban 2026
Dosen pendamping beserta mahasiswa peserta delegasi IBAC Poliban.

Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah nasional dan internasional. Enam mahasiswa Poliban berhasil memborong penghargaan dalam ajang International Business Administration Competition (IBAC XI 2026) yang diselenggarakan di Bandung. Rombongan ini berhasil membawa pulang dua gelar Juara 1 dan empat gelar Juara 3 dari berbagai cabang kompetisi tingkat nasional dan internasional tersebut.

Dua gelar Juara 1 sukses diraih oleh Darmawan Aditya dari Program Studi Sistem Informasi pada cabang Typing Speed (1st Competent Category) dan Muhammad Taufik Rahman dari Program Studi Bisnis Digital pada cabang Business Data Processing (1st Novice Category). Torehan manis ini kian lengkap dengan raihan Juara 3 yang dipersembahkan oleh Muhammad Ridho (3rd Proficient Category) pada cabang Master of Ceremony, Nadya Sabrina (3rd Intermediate Category) pada cabang Web Design, serta Shalsabilla (3rd Proficient Category) dan Erika Devianty (3rd Advanced Category) yang juga bertanding di cabang Master of Ceremony.

Impian Darmawan Aditya untuk menjuarai IBAC telah tertanam sejak Poliban menjadi tuan rumah pada 2024. Sempat tertunda pada 2025 karena efisiensi anggaran, tekadnya akhirnya terbayar lunas tahun ini. Menariknya, kedua juara utama ini menempuh persiapan yang berbeda. Selama sebulan, Aditya fokus mematangkan teknik mengetik sepuluh jari, menganalisis pola penilaian, hingga membeli keyboard secara mandiri. Sementara itu, Taufik harus berlatih intensif selama satu setengah bulan di sela kesibukan persiapan magang dengan mengandalkan referensi soal dari rekannya yang pernah juara.

Lomba Typing Speed IBAC 2026
Peserta saat menjalani kompetisi Typing Speed IBAC 2026.

Latar belakang dan strategi yang mereka ambil pun terbilang unik. Aditya mempersiapkan diri dengan melihat data-data penilaian dari tahun sebelumnya, berkonsultasi dengan senior, hingga membeli keyboard secara mandiri untuk menunjang latihan. "Untuk persiapannya saya sendiri sudah pasti melihat dari data-data tahun kemarin. Seperti poin-poinnya itu berapa aja sih biar bisa masuk, kemudian ada sempat tanya-tanya tentang kakak tingkat yang pernah ikut lomba Typing Speed juga kemarin," jelas Aditya. Sementara itu, Taufik memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih kategori Business Data Processing. "Yang pertama karena saya sempat mendapatkan mata kuliah yang relevan dengan lomba ini pada semester lima. Jadi, saya sudah memiliki gambaran mengenai bidang yang dilombakan dan sedikit pengetahuan di bidang ini," ungkap Taufik.

Saat berlaga di arena pertandingan, tantangan teknis dan mental tak luput menghampiri. Aditya harus menjaga daya tahan konsentrasi di tengah riuhnya suara papan ketik peserta lain dari berbagai daerah hal yang akhirnya disiasati dengan penggunaan earphone. Di sisi lain, Taufik yang baru pertama kali mengikuti perlombaan sepanjang masa perkuliahannya harus menepis rasa gugup dengan menganggap pengerjaan soal seperti latihan biasa, lalu memaksimalkannya lewat kejelasan alur saat sesi presentasi di hadapan dewan juri.

Kerja keras dan latihan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil manis. "Kuncinya ada pada latihan yang konsisten dan penguasaan teknik mengetik sepuluh jari. Hal itu sangat membantu menjaga kecepatan sekaligus akurasi," ungkap Aditya. Senada dengan hal tersebut, Taufik juga merasa bersyukur atas capaian yang ia raih. "Pengalaman ini jadi portofolio yang sangat berharga buat saya sebelum lulus. Semoga keberhasilan ini bisa membuka jalan karir saya di bidang analisis data," tutur Taufik.

Penulis: Melvinia Azzahra Desylia, Laili Azkia
Poliban Borong Prestasi di Ajang IBAC XI 2026 Poliban Borong Prestasi di Ajang IBAC XI 2026 Reviewed by LPM Lensa Poliban on Senin, Agustus 31, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar