Mahasiswa Poliban Ukir Juara di Panggung Peksimida dan Berhasil Melaju ke Peksiminas
Kesempatan yang awalnya tidak direncanakan justru membawa dua mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) meraih juara pertama pada cabang Desain Poster dan juara ketiga pada cabang Penulisan Cerpen di Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) 2026. Berawal dari informasi mendadak, keraguan, dan persiapan terbatas, keduanya berhasil membuktikan kemampuan serta salah satunya melaju mewakili Kalimantan Selatan ke tingkat nasional.
Perjalanan penuh kejutan ini dialami oleh Achmad Ismail jurusan Teknik Elektro D4 Sistem Informasi Kota Cerdas, meraih juara satu lomba Tangkai Lomba Desain Media Kampanye Sosial. Bermula dari ajakan pembina Unit Kegiatan Mahasiswa LPM Lensa yang mana Achmad Ismail adalah salah satu anggota beliau dulunya, dan ia baru mendapat informasi sehari sebelum seleksi dengan keadaan sedang menjalani magang. Karena mengira hanya mengerjakan satu poster, persiapannya pun dilakukan H-1. "Dari awal memang enggak ada niatan ikut lomba. Aku bahkan enggak tahu apa-apa tentang lombanya, dan aku enggak nyangka juga bakal menang karena enggak ada persiapan lomba sama sekali," ungkapnya.
Saat kompetisi berlangsung, ia justru harus membuat tiga poster dalam waktu sekitar empat jam, lebih singkat dari enam jam yang tercantum dalam buku panduan karena harus menunggu kedatangan juri. Dalam kondisi tersebut, ia mengandalkan ide dari pengalaman pribadi. Poster pertama mengangkat identitas Banjarmasin melalui Menara Pandang dan Burung Enggang, poster kedua menampilkan Poliban, sedangkan poster ketiga mengangkat isu kecelakaan di jalan.
Keterbatasan waktu membuatnya menggunakan teknik desain sederhana dengan objek utama, latar belakang polos, dan diberi bayangan, juga pencahayaan. Meski minim persiapan, hasilnya justru mengantarkan dirinya menjadi juara pertama. Ia mengaku harus mengakali durasi lomba yang sangat terbatas untuk menuangkan ide secara optimal. "Menurut aku, tantangan paling besar memang dari segi waktu. Empat jam untuk membuat poster yang maksimal itu sangat kurang, jadi waktunya benar-benar harus dimanfaatkan," ujarnya.
Sementara itu, Juara Ketiga pada tangkai lomba Penulisan Cerpen berjudul "Suara Tulisan yang Menggema di Langit Pendidikan" diraih oleh Tara, Mahasiswa Jurusan Akuntansi D4 Akuntansi Lembaga Keuangan Syariah. Ketertarikannya terhadap dunia menulis telah tumbuh sejak SD dan mulai ditekuni sejak SMP melalui pembelajaran mandiri. Ia mendapat informasi seleksi Peksimida sehari sebelum pendaftaran dan sempat ragu karena jadwal yang padat. Namun, dorongan dari orang-orang terdekat membuatnya berani mencoba dan mendaftarkan diri pada tengah malam.
Persiapan kompetisi meliputi pembuatan kerangka cerita serta bimbingan intensif bersama dosen pendamping demi menghadapi tingkat provinsi. Tantangan terbesar justru muncul dari perubahan kebiasaan dan ketatnya durasi yang disediakan panitia. "Tantangannya harus menulis langsung di lokasi dengan waktu terbatas. Padahal aku terbiasa menulis santai dengan genre horor di rumah, makanya sempat buntu ide selama 30 menit pertama," ujar Tara. Berbekal pemetaan tema dan referensi matang, ia sukses menyelesaikan naskahnya hingga berhasil meraih juara ketiga setelah mengorbankan waktu libur, tanggung jawab organisasi, dan kepanitiaan jurusan. Beruntung, dukungan penuh terus mengalir dari orang tua, dosen, serta rekan terdekat, menjadikan ajang Peksimida ini bukan sekadar tempat mengejar prestasi, melainkan ruang berharga untuk mengevaluasi kemampuan dan memperluas jaringan relasi antar-daerah.
Kini, Ismail bersiap menghadapi tingkat nasional dengan target memberikan kemampuan terbaik hingga meraih juara, sekaligus berharap karyanya dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Sementara itu, Tara ingin terus mengikuti kompetisi, mengembangkan kemampuan menulis, dan menerbitkan karyanya. Keduanya berharap prestasi ini menjadi bukti bahwa keberanian untuk mencoba dapat membuka kesempatan yang lebih besar. "Jangan pernah meremehkan potensi diri sendiri atau menyerah sebelum mencoba. Seragu apa pun kita sama diri kita sendiri, kalau belum dicoba kita enggak bakal tahu keraguan kita itu benar atau enggak," pesan mereka.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Rabu, Agustus 26, 2026
Rating:

Tidak ada komentar