Poliban Hidupkan Bank Sampah Clean Lovers untuk Produk Kreatif
Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) tengah bersiap menyulap wadah pengelolaan lingkungan di area kampus. Melalui inisiasi yang bermula dari Wakil Direktur 3 terdahulu Nurhidayati, S.Pd., M.Pd. Bank Sampah bertajuk Clean Lovers kini kembali digerakkan. Bank sampah ini dirancang sebagai pusat pengolahan sampah plastik dan organik yang terintegrasi dengan mesin produksi hasil hibah. Lokasi pengolahannya sendiri menempati area strategis di belakang Gedung Serbaguna, berdekatan dengan deretan sekretariat ormawa dan UKM.
Menurut keterangan dari narasumber Rabiatul Adawiyah, S.T., M.T. dan Hendra Mars Setiawan S.T., M.Tr.T. sebagai tim pengelola, panitia memiliki misi besar yaitu menjadikan sampah sebagai bahan baku produk bernilai ekonomi. Untuk tahap awal, fokus akan diarahkan pada pengolahan sampah plastik menggunakan mesin produksi yang tersedia. Kedepannya, sampah organik pun akan ikut dikelola. "Ke depannya, sampah organik juga akan kami kelola agar memiliki nilai guna misalnya, diolah menjadi kompos atau produk lain yang bermanfaat," ujar Rabiatul Adawiyah, S.T., M.Tr.T.
Guna mewujudkan misi tersebut, program Bank Sampah Poliban menerapkan konsep Teaching Factory agar mahasiswa bisa praktik langsung melalui kolaborasi lintas jurusan. Mahasiswa Teknik berperan menciptakan mesin atau produk daur ulang, sementara mahasiswa Bisnis dan Akuntansi mengelola sisi manajemen dan pemasarannya. Mengenai hal tersebut, Hendra Mars Setiawan, S.T., M.Tr.T. menjelaskan, "Bank Sampah Poliban kami arahkan sebagai bagian dari teaching factory, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proses nyata mulai dari pemilahan sampah, pengolahan menggunakan mesin, hingga menghasilkan produk bernilai."
Meski sebagian besar mahasiswa mengaku belum mendengar kabar ini secara langsung, respon positif mulai bermunculan. Dari survei yang dilakukan, Adit mahasiswa jurusan Teknik Elektro menyatakan kesediaannya untuk berkontribusi dalam menyetorkan sampah. "Kami siap berkontribusi dengan mulai memilah dan menyetorkan sampah ke bank sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan," ungkap salah satu mahasiswa Teknik Elektro. Banyak mahasiswa menyatakan kesediaannya untuk mulai memilah dan menyetorkan sampah mereka ke Bank Sampah. Selain itu, aspek sosialisasi dianggap sangat krusial agar seluruh civitas akademika paham bagaimana prosedur pemilahan yang benar supaya sampah tidak kembali tercampur.
Persiapan matang sebelum Go Live saat ini, panitia sedang merampungkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memperkuat koordinasi dengan Bank Sampah Induk Baiman untuk suplai material. Sosialisasi masif akan segera dilakukan agar tidak ada lagi mahasiswa yang mencampur sampah organik dan non-organik di tempat sampah yang sudah disediakan. Pada Sabtu, 18 April lalu, sebuah Workshop Pengelolaan Sampah digelar oleh panitia, berlangsung sejak pagi hingga sore hari di lokasi bank sampah yang berada di area belakang Gedung Serbaguna, berdekatan dengan deretan sekretariat Ormawa dan UKM. Workshop ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi mahasiswa untuk menyumbangkan ide-ide produk kreatif yang dapat diproduksi oleh Clean Lovers.
Sebagai penutup, berbagai pihak mulai dari mahasiswa hingga tim pengelola menaruh harapan besar agar Bank Sampah Clean Lovers menjadi program berkelanjutan melalui kolaborasi yang kuat. Mahasiswa mengharapkan adanya sistem insentif atau penghargaan bagi penyetor aktif, sementara tim pengelola berkomitmen mentransformasi sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui dukungan sarana dan sosialisasi yang matang, seluruh civitas akademika optimis inisiatif ini dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas mahasiswa secara profesional.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Rabu, April 29, 2026
Rating:

Tidak ada komentar