Era Baru Administrasi Bisnis, Dorong Digitalisasi dan Skill Lulusan
Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban) tengah memasuki fase baru kepemimpinan yang berfokus pada penguatan stabilitas organisasi serta modernisasi layanan. Peralihan ini terjadi setelah estafet kepemimpinan dari mendiang Mey Risa, S.E., M.M., serta pengunduran diri Adi Pratomo, S.T., M.Kom., karena kondisi kesehatan beliau yang menurun. Dalam rangka memastikan keberlanjutan program dan arah pengembangan jurusan, jabatan Ketua Jurusan kini diamanahkan kepada Effan Najwaini, S.T., M.Cs., untuk melanjutkan sisa masa bakti hingga tahun 2027. Kepemimpinan ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Dalam pernyataannya, Effan Najwaini, S.T., M.Cs., menekankan bahwa prioritas utamanya bukan melakukan perubahan kebijakan secara drastis, melainkan memastikan keberlanjutan berbagai program yang telah berjalan. Pengalaman sebagai Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI) Poliban, Kepala Laboratorium, serta Sekretaris Jurusan menjadi bekal penting dalam memahami dinamika birokrasi dan sistem kerja internal. Secara administratif, posisi Kepala Laboratorium sendiri merupakan salah satu persyaratan definitif bagi jabatan Sekretaris maupun Ketua Jurusan, sebagaimana diatur dalam Statuta Poliban.
Langkah tersebut kemudian diperkuat dari sisi operasional oleh Sekretaris Jurusan saat ini, Ramadhani Noor Pratama, S.Kom., M.Kom. Ia menegaskan bahwa peran Sekretaris tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memastikan setiap kebijakan Ketua dapat diterjemahkan ke dalam rencana aksi yang konkret dan terukur. Dalam periode kepemimpinan ini, salah satu fokus utama adalah mewujudkan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui rencana sistem kantor implementasi paperless office dan penguatan ekosistem digital. Effan Najwaini dan Ramadhani Noor Pratama mewacanakan inisiatif ini untuk menjawab tantangan sistem pendataan nilai dan akreditasi yang belum terintegrasi.
Sebagai solusinya, mereka mendorong pembangunan sistem terpadu agar dosen tidak lagi terbebani urusan administrasi yang berulang, "Tujuannya selain untuk mengumpulkan data pendukung akreditasi dan juga agar dosen bisa lebih fokus pada Tri Dharma," jelas Ramadhani. Selain itu, aplikasi SIMATA yang sudah ada sejak 2021 akan terus dioptimalkan dan diperluas fungsinya. Rencana ke depannya, sistem digital ini akan mencakup layanan administrasi kemahasiswaan, akademik, hingga pengarsipan digital untuk mempermudah pelayanan di lingkungan jurusan. Perbaikan infrastruktur dasar menjadi salah satu prioritas utama, mencakup pembenahan fisik gedung hingga penataan area parkir agar lebih tertib dan fungsional.
Pada saat yang sama, arah pengembangan strategis difokuskan pada transformasi laboratorium yang kini dikembangkan menjadi pusat simulasi bisnis yang modern dan nyaman, sehingga mampu mendukung penerapan budaya kerja yang selaras dengan standar industri. Sejalan dengan arah tersebut, jurusan mulai menginisiasi pengembangan konsep Teaching Factory. Melalui unit-unit bisnis seperti kafe maupun usaha mandiri lainnya, mahasiswa didorong untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola operasional bisnis secara nyata, sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dalam menghadapi dinamika kebutuhan industri, kurikulum terus disesuaikan secara adaptif. Upaya ini diwujudkan melalui integrasi materi keamanan siber pada Program Studi Sistem Informasi, serta pelibatan praktisi eksternal dalam proses penyusunan kurikulum Bisnis Digital. Selain itu, jurusan juga menetapkan kewajiban bagi mahasiswa untuk mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai bentuk pengakuan profesional sebelum menyelesaikan studi.
Peningkatan kualitas lulusan diwujudkan melalui Program Inkubasi Bisnis dan pengembangan soft skill. Effan Najwaini serta Ramadhani Noor Pratama menekankan pentingnya praktik bisnis langsung di bawah bimbingan ahli. Selain itu, mahasiswa didorong menguasai keterampilan manajerial dan etika bisnis, serta aktif berprestasi dalam ajang non-akademik seperti IBAC dan PORSENI.
Oleh karena itu, pihak jurusan mengajak mahasiswa untuk aktif menyampaikan aspirasinya. Demi meningkatkan standar akreditasi dan mutu layanan demi menjamin keberhasilan studi mahasiswa di kampus. “Kami berharap mahasiswa bisa lebih aktif dan tidak ragu untuk menyampaikan aspirasi secara konstruktif,” tutup Effan Najwaini.
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Jumat, April 03, 2026
Rating:


Tidak ada komentar