Resensi Film RON'S GONE WRONG

Ron Telah Salah (2021) - IMDb

Sumber Gambar: https://images.app.goo.gl/wSwzCabSyXY4d57aA


Judul 

:

Ron’s Gone Wrong

Sutradara 

:

Sarah Smith, J. P. Vine

Penulis Naskah

:

Peter Baynham, Sarah Smith

Produser 

:

Lara Breay, Julie Lockhart

Sinematografi

:

David Peers

Musik 

:

Henry Jackman, Dominic Lewis

Durasi

:

1 jam 46 menit

Bahasa

:

Inggris

Tanggal Rilis

:

22 Oktober 2021 (Amerika Serikat)

31 Desember 2021 (Indonesia)



Ron’s Gone Wrong adalah film animasi bertema teknologi dan persahabatan garapan sutradara Sarah Smith dan J. P. Vine. Film ini dirilis pada 22 Oktober 2021 di Amerika Serikat dan menyusul pada 31 Desember 2021 di Indonesia. Menggabungkan unsur komedi, petualangan, dan drama keluarga. Film ini menyajikan cerita yang relevan dengan kehidupan digital masa kini, khususnya bagi generasi muda yang tumbuh bersama media sosial dan perangkat pintar. Ron’s Gone Wrong mendapat rating 7,0/10 di Internet Movie Database (IMDb), dan berhasil meraih pendapatan box office global sebesar $60,7 juta, dengan rincian $23 juta dari Amerika Utara dan $37,7 juta dari pasar internasional . Meskipun jumlah pasti penonton tidak tersedia, estimasi kasar berdasarkan harga tiket rata-rata menunjukkan bahwa film ini ditonton oleh sekitar 6 hingga 7 juta penonton di seluruh dunia selama penayangannya di bioskop.

Film ini berpusat pada seorang anak laki-laki bernama Barney Pudowski, seorang remaja canggung yang kesepian dan kesulitan menjalin pertemanan di sekolah. Di kota tempat Barney tinggal, setiap anak memiliki robot pintar yang disebut B-Bot, perangkat Artificial Intelligence (AI) berbentuk kapsul putih yang dirancang untuk menjadi sahabat terbaik penggunanya. B-Bot dapat melakukan segalanya, membantu bermain game, terhubung dengan media sosial, hingga menciptakan konten.

Namun, Barney adalah satu-satunya anak di sekolah yang tidak memiliki B-Bot, membuatnya semakin tersisih. Keadaan berubah saat ayah dan neneknya akhirnya membelikannya sebuah B-Bot bekas yang rusak, bernama Ron. Tidak seperti B-Bot lain, Ron tidak memiliki protokol keamanan lengkap, tidak bisa terhubung ke internet, dan bertingkah aneh. Meski awalnya membuat masalah, hubungan antara Barney dan Ron perlahan tumbuh menjadi persahabatan tulus yang berbeda dari interaksi digital lainnya.

Konflik muncul ketika perusahaan Bubble, produsen B-Bot, menyadari adanya cacat pada Ron dan berusaha mengambil serta menghancurkannya. Di sinilah petualangan dimulai, Barney harus melindungi sahabatnya dan pada akhirnya belajar makna sejati dari pertemanan.

Film ini menyampaikan pesan moral yang kuat tentang pentingnya hubungan manusia yang tulus, terutama di tengah dunia yang semakin dikendalikan oleh algoritma dan teknologi. Kisah persahabatan antara Barney dan Ron terasa hangat, menyentuh, dan penuh nilai emosional. Meskipun film ini secara teknis ditujukan untuk penonton anak-anak dan remaja, orang dewasa pun bisa menikmati lapisan pesan sosial yang disampaikan, terutama mengenai ketergantungan manusia terhadap teknologi. Dari sisi visual, animasi yang ditampilkan cukup memukau, walaupun tidak sehalus produksi Pixar. 

Salah satu kekuatan utama Ron’s Gone Wrong terletak pada naskah yang pintar dan satir. Film ini tidak hanya menyindir budaya media sosial, namun juga mengkritisi bagaimana teknologi bisa menggantikan hubungan manusia yang sebenarnya. Karakter Ron yang polos dan penuh rasa ingin tahu justru membawa kesegaran dibandingkan robot-robot sempurna lainnya. Kelebihan lainnya adalah keberanian film ini dalam menantang anggapan bahwa teknologi membuat hidup lebih baik. Justru dalam ketidaksempurnaan Ron, muncul kehangatan dan ketulusan.

Meskipun mencoba menyampaikan pesan yang dalam, beberapa elemen di dalam ceritanya terbilang klise dan mudah diprediksi, terutama untuk penonton yang mengerti perkembangan cerita dalam genre robot dan manusia bersahabat. Bahkan, pengembangan tokoh-tokoh pendukungnya juga sangat minimal, sehingga cerita cenderung terfokus kepada dua tokoh utama.

Jika dibandingkan dengan film Big Hero 6 (2014), hubungan antara Hiro dan Baymax memiliki kesamaan dengan Barney dan Ron. Keduanya menyorot ikatan emosional antara manusia dan robot, namun Big Hero 6 lebih menekankan pada aksi dan superhero, sementara Ron’s Gone Wrong fokus pada kritik sosial dan dinamika remaja modern.

Film ini juga bisa dibandingkan dengan The Mitchells vs. The Machines (2021), yang sama-sama menyindir dominasi teknologi. Namun, The Mitchells lebih mengarah ke genre petualangan keluarga dengan tempo cepat, sedangkan Ron’s Gone Wrong menawarkan tempo yang lebih lambat dan rumit.

Secara keseluruhan, Ron’s Gone Wrong adalah film animasi yang layak ditonton, terutama untuk keluarga yang ingin mengajak anak-anak berdiskusi soal pentingnya persahabatan sejati di era digital. Dengan cerita yang menyentuh, karakter yang lucu, dan kritik sosial yang relevan, film ini berhasil menyampaikan pesan penting bahwa hubungan manusia tidak dapat digantikan oleh teknologi seberapa canggih pun itu. Penulis: Anissa Nurrahmah

Resensi Film RON'S GONE WRONG Resensi Film RON'S GONE WRONG Reviewed by LPM Lensa Poliban on Kamis, Januari 29, 2026 Rating: 5

Tidak ada komentar