NeoBizz Fest 2025, Saat Passion Bertemu Aksi Nyata
NeoBizz Fest 2025
merupakan sebuah festival kolaboratif yang menghadirkan perpaduan antara bazar
UMKM, penampilan seni (performance), dan kegiatan Fun Run dalam satu
rangkaian acara. Festival ini mengusung konsep yang tidak monoton dan tidak
hanya berfokus pada bidang food and beverage (F&B), melainkan juga
menghadirkan unsur kreativitas serta dorongan terhadap gaya hidup sehat.
NeoBizz Fest sendiri merupakan singkatan dari New Era of Business Festival,
yang dimaknai sebagai era baru bisnis yang tidak hanya membahas aspek usaha
semata, tetapi juga memadukannya dengan kreativitas dan aktivitas positif.
Dalam momentum ini, NeoBizz Fest mengusung tema “Where Passion Meets
Action”, yang berarti “di mana minat dan bakat bertemu dengan aksi nyata”.
Tema ini tercermin dari rangkaian kegiatan yang dihadirkan, seperti Fun Run
bagi masyarakat yang memiliki minat terhadap gaya hidup sehat, serta panggung performance
yang menjadi wadah bagi individu dengan bakat terpendam untuk mengekspresikan
diri. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya menjadi penonton, tetapi
juga terlibat secara aktif dalam acara.
Kegiatan ini digagas
dan dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa Program Studi D4 Bisnis Digital
angkatan 2023 yang tergabung dalam kelas A dan B, dengan total kepanitiaan
berjumlah 57 orang. Ketua Program Studi D4 Bisnis Digital, Rudi Haryanto,
menyampaikan bahwa “Acara ini merupakan proyek akhir dari mata kuliah Digital
Bisnis Project yang ditempuh pada semester lima,” tuturnya. Dalam
perjalanannya, NeoBizz Fest berhasil melibatkan berbagai pihak pendukung,
seperti sponsor, media partner, media pendukung, serta pihak kampus, khususnya
dosen pengampu. Seluruh proses penggarapan acara ini berlangsung selama kurang
lebih dua bulan, mulai dari pembentukan kepanitiaan, penyusunan konsep acara,
pencarian sponsor, hingga pelaksanaan promosi. Puncak acara NeoBizz Fest
digelar selama dua hari, yakni pada 20 Desember 2025 – 21 Desember 2025.
Pada tahap awal
perencanaan, kawasan Siring Kota Banjarmasin sempat menjadi pilihan lokasi
acara. Namun, berdasarkan pertimbangan dari pihak pengelola terkait potensi
kepadatan pengunjung, khususnya pada hari Minggu yang bertepatan dengan
pelaksanaan Fun Run, lokasi tersebut dinilai kurang ideal. Panitia kemudian
mencari alternatif lain hingga akhirnya menetapkan Taman Budaya Banjarmasin
sebagai lokasi pelaksanaan. Pemilihan tempat ini didasarkan pada letaknya yang
strategis, biaya sewa yang relatif terjangkau, serta fasilitas yang menudukung
seluruh rangkaian kegiatan.
NeoBizz Fest diadakan
dengan tujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa Program Studi D4
Bisnis Digital dalam mengelola sebuah event berskala besar, membuka kesempatan
untuk generasi muda dalam menyalurkan bakat, sekaligus menjadi ruang promosi
bagi para pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan Fun Run dihadirkan sebagai respons
terhadap meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari dalam beberapa
waktu terakhir. Dalam pelaksanaannya, antusiasme peserta dan tenant bazar belum
terlihat secara signifikan. Panitia sempat mengalami kendala dalam mencari
sponsor serta menarik minat tenant untuk berpartisipasi. Namun, setelah
memperoleh dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor, mitra
pendukung, dan media partner, antusiasme peserta Fun Run meningkat secara
signifikan. x
Ketua Pelaksana NeoBizz
Fest, Indra Khairudin, mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu, pendanaan,
hingga adanya benturan jadwal antara proses penggarapan dan berbagai
kewajiban akademik dari mata kuliah lainnya yang tidak dapat diabaikan, menjadi
tantangan utama selama penyelenggaraan acara. Umumnya, persiapan kegiatan Fun
Run membutuhkan waktu tiga hingga enam bulan, sedangkan NeoBizz Fest hanya
dipersiapkan dalam waktu dua bulan. Selain itu, sebagian sponsor memberikan
dukungan hanya dalam bentuk barang, bukan dana tunai. “Sebagai langkah cepat
dalam mengatasi hal tersebut, panitia melakukan efisiensi anggaran serta
mengadakan kegiatan dana usaha (danus) selama kurang lebih satu bulan. Berkat
kerja sama dan kekompakan seluruh panitia, kebutuhan acara pun dapat terpenuhi
dengan baik,” ujar Indra. Pada kegiatan Open Talent, panitia juga
menerapkan sistem seleksi dengan menanyakan konsep penampilan yang akan
dibawakan oleh peserta. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas acara
serta citra NeoBizz Fest, Program Studi Bisnis Digital, dan institusi kampus.
Panitia juga menekankan kepada seluruh peserta agar mengenakan pakaian yang
sopan dan layak selama acara berlangsung. Hingga akhir pelaksanaan, seluruh
rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan sesuai dengan aturan yang telah
ditetapkan.
Melalui NeoBizz Fest,
Indra Khairudin berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi
berbagai pihak, khususnya mahasiswa sebagai pembelajaran nyata dalam mengelola
sebuah acara, pelaku UMKM sebagai media promosi, serta pelajar sebagai target utama
untuk memperkenalkan Program Studi D4 Bisnis Digital. Ia juga tak lupa
menyampaikan harapannya, “Semoga NeoBizz Fest dapat berlanjut ke volume
berikutnya dan dikembangkan oleh angkatan selanjutnya dengan konsep yang lebih
inovatif serta mengikuti tren yang sedang berkembang,” ujarnya. Tak tertinggal,
harapan serupa juga hadir dari seorang Rudi selaku Ketua Program Studi, ia
mengatakan “Harapannya acara di masa akan datang lebih berskala yang besar agar
terasa proses belajarnya. Jadikan kampus untuk menempa diri agar menjadi
mahasiswa yang memiliki kualitas unggul,” ucapnya.
Sebagai penutup, Indra
Khairudin berpesan kepada seluruh panitia dan adik tingkat agar terus
semangat dalam berkarya dan tidak ragu untuk menyelenggarakan acara yang lebih
besar dan lebih baik di masa mendatang. Kesan manis juga turut disampaikan oleh
Rudi kepada para mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan, “Saya bangga sama
kalian,” ucapnya dengan senyuman hangat saat malam penutupan acara. NeoBizz
Fest menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu mempelajari teori di
kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu manajemen, kerja tim, pengelolaan
waktu, dan pengelolaan anggaran secara nyata melalui sebuah event kolaboratif.
Penulis: Aghniya Alawiyah Ramadhani
& Muhammad Reza Aswarin
Reviewed by LPM Lensa Poliban
on
Sabtu, Desember 27, 2025
Rating:


Tidak ada komentar