Plafon Sekretariat UKM TWP KembaliI Runtuh, Aktivitas Mahasiswa Terganggu
Plafon sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa Teater Wasi Putih (UKM TWP) kembali dilaporkan rubuh pada Desember 2025. Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa terkait keamanan fasilitas kampus sekaligus menghambat aktivitas organisasi mahasiswa.
Kejadian runtuhnya plafon pertama kali disadari pada Senin, 22 Desember 2025. Saat itu anggota UKM TWP hendak melaksanakan piket besar sekretariat setelah pementasan mereka. Namun pintu tidak bisa dibuka, dikarenakan terhalang reruntuhan plafon. Anggota UKM TWP, Muhammad Nafiz Fadilah (Program Studi Teknik Informatika semester 3), menjelaskan bahwa tidak ada mahasiswa yang berada di dalam sekretariat saat plafon runtuh. ”Pas kejadian gak ada yang di sekre, namun waktu membuka pintu baru ketahuan, dilihat juga sama UKM KPAP dan UKM MG” ujarnya.
Kerusakan plafon terjadi di bagian tengah sekretariat UKM TWP, sementara itu, area gudang tidak mengalami kerusakan plafon, meskipun masih terdapat kebocoran yang menyebabkan air menetes ke dalam ruangan. Menurut keterangan Nafiz, kebocoran tidak hanya terjadi di sekretariat UKM TWP, tetapi juga di beberapa sekretariat UKM lain. “Untuk kebocoran juga dialami sekre HMSB (Himpunan Mahasiswa Sipil & Kebumian), itu saat sekre runtuh yang pertama” ungkap Nafiz.
Mahasiswa menduga kerusakan plafon disebabkan oleh kebocoran atap yang terjadi dalam jangka waktu lama. Air hujan yang terus merembes membuat material plafon menjadi lembap dan menggelembung. Kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi turut memperparah keadaan hingga plafon tidak mampu menahan beban dan akhirnya runtuh. Nafiz menjelaskan bahwa struktur atap yang datar dengan sistem pembuangan air ke samping membuat air hujan mudah masuk melalui retakan, sehingga mempercepat kerusakan. Berdasarkan keterangan mahasiswa, kebocoran di sekretariat UKM TWP telah terjadi lebih dari satu kali dan sebelumnya sempat dilakukan perbaikan oleh pihak kampus. Namun, kebocoran kembali terjadi hingga menyebabkan plafon runtuh.
Akibat kejadian ini, sekretariat UKM TWP untuk sementara tidak dapat digunakan secara optimal. Kebocoran yang masih terjadi membuat ruangan rawan basah saat hujan. Barang-barang elektronik dan perlengkapan kegiatan terpaksa diamankan demi menghindari kerusakan lebih lanjut. “Untuk saat ini jadi sulit kegiatan, kalo hujan ruangan langsung basah dan barang-barang elektronik diamankan dan tidak bisa ditaruh di sekre” jelas Nafiz. Kondisi ini sangat berdampak pada jalannya program kerja UKM TWP, mengingat sekretariat menjadi pusat penyimpanan perlengkapan dan tempat koordinasi kegiatan.
Menanggapi kejadian ini, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Hendra menyampaikan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) turut prihatin atas kerusakan yang dialami UKM TWP. Laporan pertama kali diterima pada 22 Desember 2025 pukul 11.48 WITA mengenai kerusakan pada plafon. Presiden Mahasiswa menjelaskan bahwa kerusakan tergolong parah karena reruntuhan plafon sempat mengenai peralatan UKM TWP yang berada di bawahnya. “Peralatan UKM TWP seperti Panting dan alat teater sangat diperlukan untuk kegiatan prokeran mereka, semisal peralatan tersebut rusak kegiatan mereka jadi terhambat.” ujarnya.
BEM menilai kegiatan ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi mahasiswa terhadap keamanan fasilitas kampus. Oleh karena itu, BEM mendorong pihak kampus agar melakukan evaluasi menyeluruh serta rutin melakukan pengecekan dan perawatan fasilitas. Secara struktural, Presiden Mahasiswa menyampaikan bahwa pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan fasilitas kampus berada di bawah naungan Kasubag Rumah Tangga. Ia berharap pihak akademik dapat melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi sekretariat organisasi mahasiswa (ormawa) di lingkungan Poliban.
Hingga berita ini disusun pihak BEM telah melakukan koordinasi dengan pihak Kasubag kampus dan menunggu jawaban resmi terkait tindakan lanjutan. Berdasarkan keterangan ketua umum UKM TWP, Nor Isman Nadi mengungkapkan hingga saat ini belum ada dilakukan perbaikan pada sekretariat yang terdampak. Sementara itu, pihak Akademik belum memberikan tanggapan resmi meskipun telah dilakukan upaya konfirmasi dan permintaan wawancara. UKM TWP berharap agar perbaikan ke depan lebih difokuskan pada bagian atap sekertariat yang mengalami retakkan, sehingga kebocoran dapat dihentikan dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Tidak ada komentar